Masjid Al Amin

Kajian Ahlussunnah As Salafiyyah Masjid Al Amin Semampir Tengah IIIA Surabaya

Mengenal Sutrah dalam Sholat & Hukumnya

Posted by masjidalamin on January 25, 2008

Bismillah,
Sering kita lihat kebanyakan umat muslimin saat ini belum mngenal apa itu sutrah. Apabila kita melihat di kebanyakan masjid² umat muslimin di Indonesia banyak yang sholat tidak memakai sutrah sebagai pembatas dalam sholat² mereka apabila mereka sholat munfarid (sendirian)

Padahal dalam sholat sutrah sangat penting, dan ada ancaman keras bagi siapa saja yang lewat antara orang sholat dan sutrah. Sehingga harus dihalangi apabila ada orang yang lewat di depan orang shalat (antara orang shalat dan sutrah).

Mari kita lihat apa itu Sutrah berdasarkan dalil² shahih dari Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam

Definisi Sutrah

Dari Ibnu `Umar radliallahu `anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:

“Janganlah kamu shalat kecuali menghadap sutrah (batas tempat sholat) dan jangan biarkan seorang pun lewat di depanmu, jika ia enggan maka perangilah karena bersamanya ada qarin (teman).” (HR. Muslim dalam As-Shahih no. 260, Ibnu Khuzaimah dalam As-Shahih 800, Al- Hakim dalam Al-Mustadrak 1/251 dan Baihaqi dalam As-Sunan Al- Kubra 2/268)

Dari Abu Said Al-Khudri radliallahu `anhu ia berkata: “Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:

“Jika shalat salah seorang diantara kalian, hendaklah shalat menghadap sutrah dan hendaklah mendekat padanya dan jangan biarkan seorangpun lewat antara dia dengan sutrah. Jika ada seseorang lewat (didepannya) maka perangilah karena dia adalah syaitan.” (HR. Ibnu Abi yaibah dalam Al-Mushannaf 1/279, Abu Dawud dalam As-Sunan 297, Ibnu Majah dalam As-Sunan no. 954, Ibnu Hibban dalam As-Shahih 4/48, 49-Al-Ihsan, dan Al-Baihaqi dalam As-Sunanul Kubra 2/267, sanadnya hasan)

Di dalam riwayat lain (yang artinya): “(Karena) sesungguhnya setan lewat antara dia dengan sutrah.”

Mengomentari hadits Abu Said di atas As-Syaukani berkata: “Padanya (menunjukkan) bahwa memasang sutrah itu adalah wajib.” (Nailul Authar 3/2). Beliau juga berkata: “Dan kebanyakan hadits- hadits (dalam masalah ini) mengandung perintah dengannya dan dhahir perintah (menunjukkan) wajib. Jika dijumpai sesuatu yang memalingkan perintah-perintah ini dari wajib ke mandub maka itulah hukumnya.

Dan diantara hadits² yang menguatkan wajibnya sutrah adalah sebagai berikut ..

Qurrah bin Iyas berkata: “Umar melihatku sedangkan aku (ketika itu) shalat di antara dua tiang. Maka dia memegang tengkukku dan mendekatkan aku ke sutrah seraya berkata: Shalatlah menghadap kepadanya.” (HR. Al-Bukhari dalam Shahihnya 1/577 [lihat pula Al-Fath] secara muallaq 3 dengan lafadz jazm (pasti datang dari Rasulullah, pent) dan disambungkan [sanadnya] oleh Ibnu Abi Syaibah di dalam Al-Mushannaf 2/370)

Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata: “Umar memaksudkan perbuatannya itu agar shalat (Qurrah bin Iyas) menghadap sutrah.” (Fathul Bari 1/577)

Dari Nafi,ia berkata :“Bahwa Ibnu Umar jika tidak mendapati tempat yang menghadap tiang dari tiang-tiang Masjid, lalu ia berkata padaku : “Palingkan kepadaku punggungmu (untuk dijadikan sutroh,pent).(Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf 1/279 dengan sanad shahih).

Dari Ibnu Abbas radhiallohuanhu. “Aku memasang tongkat di depan Rosulullah SAW ketika di Arafah.Beliau sholat menghadapnya dan keledai lewat dibelakang tongkat.”(Ahmad dalam Al-Musnad 1/243,Ibnu Khuzaimah dalah As-Shahih 840,Thabari dalam Al-Mujamul Kabir 11/243 dan sanad dari Imam Ahmad : dengan derajat hasan)

Dari dalil² diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa apabila kita sholat (sendirian) maka wajib kita menghadap sutrah

Jarak Kita Dengan Sutrah

Sekarang bagaimana antara jarak kita berdiri saat sholat dengan sutrah ?

“Rasulullah SAW berdiri di dekat tabir.Jarak antara beliau dengan tabir itu ada 3 hasta” (HR.Bukhari dan Ahmad)

Diantara tempat sujud beliau dengan dinding ada tempat berlalu kambing (H.R Bukhari dan Muslim)

Beliau bersabda : “Apabila salah seorang di antara kamu sholat menghadap tabir, maka hendaklah ia mendekatkan dirinya kepada tabir itu, sehingga setan tidak memutuskan dia dari sholatnya “. (Abu Daud Al-Bazzar (p.54 Az-Zawaid),Al-Hakim dan dishahihkan olehnya,dan disepakati oleh Adz-Dzahabi dan An-Nawawi)

Dari Hadits² diatas maka jarak antara kita berdiri untuk shalat dengan sutrah adalah 3 hasta (secukupnya nggak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh)

Benda² Yang Bisa Dijadikan Sutrah

Dan kadangkala beliau menjadikan kendaraannya sebagai tabir,lalu sholat dengan menghadap kendaraannya itu. (H.R Bukhari dan Ahmad)

Kadangkala : “Beliau membawa semacam pelana, lalu meluruskannya, kemudian beliau sholat dengan menghadap kepada ujung pelana itu”
(H.R Bukhari dan Ahmad)

Rasulullah SAW bersabda : “Apabila salah seorang diantara kamu meletakkan semacam ujung pelana di hadapannya,maka hendaklah ia shalat dengan tidak menghiraukan orang yang berlalu di belakangnya (ujung pelana itu)” (H.R Mulim dan Abu Daud)

Diriwayatkan bahwa : “Sesekali beliau shalat dengan menghadap ke sebuah pohon.” (H.R NasaI dan Ahmad dengan sanad yang shahih).

“Kadangkala beliau shalat dengan menghadap ke tempat tidur,sedangkan Aisyah radhiallohuanhuma berbaring di atasnya -dibawah beludrunya-
(Al Bukhari,Muslim,dan Abu Yala(3/1107 -Mushawwaratu l-Maktab)

Rasulullah SAW tidak pernah membiarkan sesuatu berlalu diantara dirinya dengan tabir.Dan pernah : “Beliau shalat, tiba-tiba datanglah seekor kambing berlari di hadapannya,lalu beliau berlomba dengannya hingga beliau menempelkan perutnya ke tabir -dan berlalulah kambing itu di belakang beliau-“ (Ibnu Khuzaimah di dalam ash-Shahih (1/95/1),Ath-Thabrani(3/104/3),Al-Hakim dan dishahihkan olehnya,dan disepakati oleh Adz-Dzahabi.

PERINGATAN KERAS BAGI YANG MELANGGAR SUTROH ORANG YANG SHOLAT

“Sekiranya orang yang berlalu di hadapan orang yang shalat itu mengetahui apa yang akan menimpanya, niscaya untuk berhenti selama 40 tahun, adalah lebih baik baginya daripada untuk berlalu dihadapannya “. (H.R Al – Bukhari dan Muslim, riwayat lainnya adalah riwayat Ibnu Khuzaimah(1/94/1)).

Diambil dari berbagai sumber

1. Kitab Al-Qaulul Mubin fi Akhtail Mushallin.Diterjemahkan oleh Suyuthi Abdullah
2. Kitab Sifat Sholat Nabi , oleh Syeikh Nashiruddin Al-Albani

One Response to “Mengenal Sutrah dalam Sholat & Hukumnya”

  1. […] Mengenal Sutrah dalam Sholat & Hukumnya […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: