Masjid Al Amin

Kajian Ahlussunnah As Salafiyyah Masjid Al Amin Semampir Tengah IIIA Surabaya

NGALAP BERKAH – bag 2 (Ngalap Berkah yg Disyariatkan)

Posted by masjidalamin on December 18, 2007

Meminta berkah kepada selain Allah jelas hukumnya syirik. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah keterangan lebih rinci.

1 – Mencari berkah yang disyari`atkan melalui pribadi-pribadi tertentu. Misalnya melalui pribadi Rasulullah ketika beliau masih hidup. Banyak hadits shahih menerangkan tentang berkahnya pribadi Rasulullah. Disamping pribadi Rasulullah, ada pula pribadi-pribadi lain yang dinyatakan sebagai sebab diperolehnya berkah. Misalnya Abu Bakar, A`isyah dan keluarganya. Dalam sebab turunnya ayat tayammum, disebutkan bahwa A`isyahlah penyebab datangnya hukum tayammum ketika kalungnya hilang dalam suatu perjalanan bersama Nabi dan para sahabat. Perjalanan mereka tertunda karena harus mencari kalung A`isyah yang hilang, padahal mereka kehabisan air. Akhirnya turunlah berkah dari Allah berupa keringanan hukum untuk bertayammum ketika tidak mendapatkan air. Saat itu Usaid bin Hudhair mengatakan : “Berkah ini bukan untuk pertama kalinya yang disebabkan oleh kalian wahai keluarga Abu Bakar.” (Lihat Shahih Bukhari dengan Fathul Bari I/431-434).

2 – Mencari berkah yang disyari`atkan melalui perkataan-perkatan atau perbuatan-perbuatan atau bentuk-bentuk kegiatan yang diberkahi. Jika hal itu dilaksanakan sesuai dengan tuntunan sunnah Nabi, maka akan diperoleh berkah dan kebaikan sesuai dengan niat dan kesungguhan usahanya. Selama tidak ada penghalang syar`i yang dapat menghalangi diperolehnya kebaikan tersebut. Misalnya, berdzikir kepada Allah dan membaca al-Qur`an al-Karim. Berkah yang terkandung di dalamnya sangat banyak. Di antaranya pahala, diampunkannya dosa-dosa, masuk sorga, terjaga dari godaan setan dan seterusnya. Hadits tentang ini banyak sekali. Termasuk juga berjihad fi Sabilillah untuk memperoleh mati syahid. Begitu pula berkumpul untuk makan bersama dari satu tempat dan mengawali makan dari arah tepinya. Rasulullah bersabda: “Berkumpulllah kalian disekeliling makananmu dan sebutlah nama Allah untuk makan, niscaya Allah akan memberikan berkah kepada kalian di dalamnya.” (Hadits Hasan, di hasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Abu Dawud II/717). “Jika seseorang di antara kamu makan suatu makanan, maka janganlah memakan mulai dari bagian atasnya, tetapi hendaknya ia makan mulai dari bagian bawahnya, karena berkah akan turun dari bagian atasnya.” (HR. Abu Dawud, di shahihkan oleh al-Albani II/719). Jadi setiap perkataan atau perbuatan yang diperintahkan oleh Allah atau oleh Rasulullah, kemudian dilaksanakan oleh seorang hamba karena keimanannya kepada Allah dan karena kepercayaannya kepada Rasulullah, dengan cara yang sesuai dengan tuntunan, maka hamba itu (Insya ALLAH -red) akan memperoleh barakah yang banyak.

3 – Mencari berkah yang disyari`atkan melalui tempat-tempat tertentu. Misalnya, masjid-masjid Allah. Berdasarkan sabda Rasulullah, “Tempat yang paling dicintai Allah dalam suatu negeri adalah masjid-masjidnya. Sedangkan tempat yang paling dibenci Allah dalam suatu negeri adalah pasar-pasarnya.” (Shahih Muslim, Syarh Nawawi V/171). Mencari berkah melalui masjid-masjid tidak dengan cara mengusap-usap tanahnya atau menciumi temboknya atau nyepi dan bertapa di dalamnya, atau cara-cara sejenisnya. Itu adalah bid`ah. Mencari berkah melalui masjid-masjid ialah dengan cara shalat berjama`ah di dalamnya, duduk menunggu waktu shalat, menghadiri majlis dzikir atau majlis ilmu di dalamnya dan kegiatan-kegiatan lain yang disyari`atkan.

4 – Mencari berkah yang disyari`atkan melalui waktu-waktu tertentu. Misalnya bulan Ramadhan, dengan cara melaksanakan ibadah puasa dan ibadah-ibadah lain yang disyari`atkan serta tidak melakukan kegiatan-kegiatan maksiat atau kegiatan-kegiatan bid`ah. Misal lain, malam lailatul Qadar. Dengan cara memperbanyak ibadah. Allah berfirman: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan (Lailatul Qadar). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr : 1-5). Misal lain lagi, waktu sepertiga malam terakhir. Rasulullah bersabda, “Allah, Rabb kita turun ke langit dunia pada tiap-tiap sepertiga malam terakhir. Ia berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan doanya, siapa yang meminta kepada-Ku niscaya Aku beri dan siapa yang meminta ampun kepada-Ku niscaya Aku ampuni.” (HSR Bukhari).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: