Masjid Al Amin

Kajian Ahlussunnah As Salafiyyah Masjid Al Amin Semampir Tengah IIIA Surabaya

Padamu Ibu…

Posted by masjidalamin on November 14, 2007

Saya mencoba menulis beberapa baris berikut ini untuk setiap ibu yang telah rela Allah sebagai Tuhannya, Islam sebagai agamanya dan Muhammad shallallahu alaihi wassalam sebagai nabinya.

Saya menulisnya dari hati seorang anak yang saat-saat ini sedang merenungi firman Allah: ” Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ” Ah” , janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: ” Wahai Tuhanku, kasihilah mereka berdua, sebagaimana mereka mendidik aku waktu kecil.” (Al Isra’ : 23-24) .”Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua ibu bapaknya, Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada Ku dan kedua ibu bapakmu”. (Luqman : 14)

Saya menulis baris-baris ini kepada orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku. Dari Abu Hurairah radiallahu anhu berkata :” Seseorang datang kepada Rasulullah shallallahu ‘ alaihi wassalam dan bertanya :” Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku ? ” Beliau menjawab :” Ibumu” . Tanyanya lagi : ” Kemudian siapa?” Beliau menjawab :” Ibumu” . Tanyanya lagi : ” Kemudian siapa?” Beliau menjawab : ” Ibumu” . Kemudian Tanya lagi :” Kemudian siapa?” Beliau menjawab : ” Bapakmu” (Muttafaqun Alaih).

Wahai ibuku, bagaimanakah saya harus mengungkapkan perasaan yang terpendam dalam hati ini ? Tak ada ungkapan yang lebih benar, yang saya dapatkan, kecuali firman Allah : ” Wahai Tuhanku, kasihilah mereka berdua, sebagaimana mereka mendidik aku waktu kecil. ” Wahai ibuku, jadilah seorang mukminah yang beriman kepada Allah dan para Rasulnya. Hendaklah ibu mempersiapkan diri dengan bekal takwa kepada Allah. Perhatikanlah Allah setiap saat, baik ibu dalam keadaan sembunyi maupun terang-terangan. ” Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak pula dilangit.” (Ali Imran : 5).

Wahai ibuku, sinarilah seluruh kehidupan ibu dengan sinar Qur’ an dan Sunnah Rasulullah, karena di dalam keduanya terdapat kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dan hindarilah wahai ibuku, dari perbuatan yang mengikuti hawa nafsu.

Wahai ibuku, jadilah suri teladan yang baik untuk anak-anakmu. Dan berhati-hatilah jangan sampai mereka melihat ibu melakukan perbuatan yang menyimpang dari perintah Allah dan Rasul-Nya, karena anak-anak biasanya banyak terpengaruh oleh ibunya.

Wahai ibuku, semoga Allah menjaga ibu dari segala kejahatan dan kejelekan, agar ibu memperhatikan pendidikan kuncup-kuncup mekar dari anak-anak ibu dengan pendidikan islam, karena mereka merupakan amanat dan tanggung jawab yang besar bagi ibu, peliharalah mereka dan berilah hak pembinaan terhadapnya.

Wahai ibuku, agar rumah ibu merupakan contoh yang ideal dan benar bagi rumah keluarga muslim, tidak terlihat didalamnya suatu yang diharamkan dan tidak pula terdengar suatu kemungkaran, sehingga anak-anak dapat tumbuh dengan keimanan, mempunyai akhlak yang baik, dan jauh dari setiap tingkah laku yang tidak baik.

Wahai ibuku, do’ a kepada Allah SWT merupakan senjata bagi ibu dalam mengarungi kehidupan ini, dan bergembiralah dengan akan datangnya kebaikan, karena Allah telah menjanjikan kita dengan firman-Nya : ” Dan Tuhanmu berfirman: ” Berdoa’ alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (Al Mu’ min : 60). Kepada Allah aku mohonkan agar menjaga ibu dengan penjagaan Nya, memelihara ibu dengan pemeliharaan Nya, membahagiakan ibu didunia dan akhirat, dan mengumpulkan kita, dan seluruh kaum muslimin dan muslimat didalam jannah Nya yang nikmat. Sesungguhnya Allah Maha Dekat, Maha Mengabulkan dan Maha Mendengar do’ a.

sumber: http://vbaitullah.or.id/content/view/10/89/

One Response to “Padamu Ibu…”

  1. tipis said

    Ribuan kilo
    Jalan yg kau tempuh
    Lewati rintangan
    Untuk aku anakmu

    Ibuku sayang
    Masih terus berjalan
    Walau telapak kaki
    Penuh DARAH penuh NANAH

    Seperti udara
    Kasih yg engkau berikan
    Tak mampu ku membalas
    Ibu…

    Ingin kudekap
    Dan menangis di pangkuanmu
    Sampai aku tertidur
    Bagai masa kecil dulu

    Lalu do’a-do’a
    Baluri sekujur tubuhku
    Dengan apa aku membalas
    Ibu…
    (Iwan Fals)

    Ibu adalah seorang pribadi yang tak ternilai,
    api yang menyala begitu terang
    tanpa meninggalkan abu sedikitpun
    (Pramodya Ananta Noer)

    Demi anaknya, Ibu menjadi benteng yang paling kokoh
    Demi anaknya, Ibu menjadi badut yang paling lucu
    Demi anaknya, Ibu menjadi guru yang paling baik
    Demi anaknya, Ibu menjadi kuat sekuat baja
    Demi anaknya, Ibu menjadi lembut selembut sutra
    Demi anaknya, Ibu menjadi apasaja, ya….. apasaja
    (kalo ini by tipis :D)

    Selamat hari Ibu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: