Masjid Al Amin

Kajian Ahlussunnah As Salafiyyah Masjid Al Amin Semampir Tengah IIIA Surabaya

KEJUJURAN MUBAROK

Posted by masjidalamin on November 13, 2007

Dikisahkan dari Mubarok -ayahanda dari Abdulloh Ibnu al-Mubarok- bahwasanya ia pernah bekerja di sebuah kebun milik seorang majikan. Ia tinggal di sana beberapa lama. Kemudian suatu ketika majikannya -yaitu pemilik kebun tadi yang juga salah seorang saudagar clari Hamdzan- datang kepadanya clan mengatakan, “Hai Mubarok, aku ingin satu buah delima yang manis.”Mubarok pun bergegas menuju salah satu pohon clan mengambilkan delima darinya. Majikan tadi lantas memecahnya, ternyata ia mendapati rasanya masih asam. Ia pun marah kepada Mubarok sambil mengatakan, “Aku minta yang manis malah kau beri yang masih asam! Cepat ambilkan yang manis!”

Ia pun beranjak dan memetiknya dari pohon yang lain. Setelah dipecah oleh sang majikan; sama, ia mendapati rasanya masih asam. Kontan, majikannya semakin naik pitam. Ia melakukan hal yang sama untuk ketiga kalinya, majikannya mencicipinya lagi. Ternyata, masih juga yang asam rasanya. Setelah itu, majikannya bertanya, “Kamu ini apa tidak tahu; mana yang manis mana yang asam?”

Mubarok menjawab. “Tidak.”
“Bagaimana bisa seperti itu?”
“Sebab aku tidak pernah makan buah dari kebun ini sampai aku benar-benar mengetahui (kehalalan)nya.”
“Kenapa engkau tidak mau memakannya?” tanya majikannya lagi.
“Karena anda belum mengijinkan aku untuk makan dari kebun ini.” Jawab Mubarok. Pemilik kebun tadi menjadi terheran-heran dengan jawabannya itu ..

Tatkala ia tahu akan kejujuran budaknya ini, Mubarok menjadi besar dalam pandangan matanya, dan bertambah pula nilai orang ini di sisi dia. Kebetulan majikan tadi mempunyai seorang anak perempuan yang banyak dilamar oleh orang. Ia mengatakan, “Wahai Mubarok, menurutmu siapa yang pantas memperistri putriku ini?”

“Dulu orang-orang jahiliyah menikahkan putrid-putri mereka lantaran keturunan. Orang Yahudi menikahkan karena harta, sementara orang Nashrani menikahkan karena keelokan paras. Dan umat ini (ISLAM) menikahkan karena agama. Jawab Mubarok.

Sang majikan kembali dibuat takjub dengan pemikirannya ini. Akhirnya majikan tadi pergi dan memberitahu isterinya, katanya, “Menurutku, tidak ada yang lebih pantas untuk putri kita ini selain Mubarok.”

Mubarok pun kemudian menikahinya dan mertuanya memberinya harta yang cukup melimpah. Di kemudian hari, isteri Mubarok ini melahirkan Abdullah bin al-Mubarok; seorang alim, pakar hadits, zuhud sekaligus mujahid. Yang merupakan hasil pernikahan terbaik dari pasangan orang tua kala itu. Sampai-sampai Al-Fudhoil bin ‘Iyadh Rohimahullah mengatakan -seraya bersumpah dalam perkataannya-, “Demi pemilik Ka’bah, kedua mataku belum pernah melihat orang yang semisal dengan Ibnu al-Mubarok.

Hari ini, kecurangan dan penipuan sudah semakin banyak terjadi dalam kehidupan sebagian orang. Sangat jarang kita temukan orang jujur lagi dipercaya dalam menunaikan amanah serta yang jauh dari sifat curang dan penipu.

Kalau akibat dari sebuah, perbuatan maksiat itu sudah maklum dan pasti di akhirat kelak, maka tempat kembalinya ketika di dunia lebih dekat lagi.

http://kisahislam.com/index.php/kisah-teladan/kejujuran-mubarok.html

4 Responses to “KEJUJURAN MUBAROK”

  1. ghuroba said

    Subhanalloh …
    hanya karena menjaga perutnya dan tubuhnya dari yang tidak halal … akhirnya mendapatkan keturunan yang sangat mulia .. seperti abdullah ibn mubarok ..
    sudahkah kita seperti mereka .. menjaga makanan kita, menjaga pakaian kita, dan apa yang kita kendarai ..??
    apakah halal ato haram ..??
    Semoga kita semua dijauhkan oleh ALLAH dari semua hal yang mengandung Syubhat dan haram .. aminn

  2. tipis said

    saat ini, sepertinya kita dikelilingi oleh hal-hal yang subhat, tidak jelas, ragu-ragu, samar, dll nyaris disemua bidang. Lha bagaimana kita harus bersikap dan berbuat ???.

    Kalau dasarnya kita harus meninggalkan semua yang bersifat ragu-ragu, sepertinya kita harus keluar dari planet yang bernama bumi ini. Atau hijrah ke tengah hutan, membuka lahan dan menanaminya dengan tanaman untuk kita makan, atau lari ke laut ??? pecahkan saja kacanya biar… biar apa ya???… ya biar pecah :)

  3. mad'u said

    jika kita tidak mampu menghindari subhat dalam semua hal, setidaknya dalam byk hal… jika tidak mampu dlm byk hal, setidaknya dalam beberapa hal… jika msh tdk bisa mk na’udzubillah mindzalik… kebangetan bangettt kita ini…!! inni kuntu minadzolimin..

  4. mawan_oce said

    “Dulu orang-orang jahiliyah menikahkan putrid-putri mereka lantaran keturunan. Orang Yahudi menikahkan karena harta, sementara orang Nashrani menikahkan karena keelokan paras. Dan umat ini (ISLAM) menikahkan karena agama.“ Jawab Mubarok.

    ———————- Pemuda Yang belum menikah, segera lah menikah—————————-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: