Masjid Al Amin

Kajian Ahlussunnah As Salafiyyah Masjid Al Amin Semampir Tengah IIIA Surabaya

Berkhidmat Kepada Suami

Posted by masjidalamin on November 5, 2007

Yang ada dibayangan/benak saya sebelum menikah, istri yang sholihah dan ideal adalah yang bisa berkhidmat kepada sang suami dan membantu pekerjaannya sebatas yang ia mampu.

Seperti yang telah dilakukan oleh wanita-wanita utama dan mulia dari kalangan shahabiyyah. Asma’ bintu Abi Bakar Ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhuma (istri dari Az-Zubair ibnul Awwam radhiallahu ‘anhu) yang mengurusi hewan tunggangan suaminya, memberi makan dan minum kudanya, menjahit dan menambal embernya, serta mengadon tepung untuk membuat kue. Ia yang memikul biji-bijian dari tanah milik suaminya sementara jarak tempat tinggalnya dengan tanah tersebut sekitar 2/3 farsakh (~5- 6 km) (HR Bukhari no. 5224 dan Muslim no. 2182). Juga khidmatnya Fathimah bintu Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, sampai-sampai kedua tangannya lecet karena menggiling gandum.

Saya membayangkan bahwa setelah menikah nanti saya tidak akan membiarkan suami melayani dirinya sendiri. Sayalah yang akan melayani semua keperluannya, mulai dari menyiapkan tempat tidur, makan dan minum, pakaian, dan kebutuhan suami lainnya. Semua akan saya dilakukan dengan penuh kerelaan dan kelapangan hati disertai niat ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena memang ini merupakan bentuk perbuatan ihsan seorang istri kepada suami, yang diharapkan darinya saya akan memperoleh kebaikan.

Freshly after marriage saya benar2 mencoba mempraktekkan dan menikmatinya, melayani suami dengan sepenuh hati. Memastikan rumah selalu kinclong, pakaian selalu bersih dan licin rapi di lemari, handuk dan pakaian kerja siap di meja setiap pagi, makanan juga siap terhidang, dll. Walaupun saya yakin semua itu masih jauh dari sempurna, setidaknya saya usahakan semampu saya.

Setelah setahun pernikahan… alhamdulillah hampir semua kebutuhan suami masih saya usahakan saya yang menyiapkan disela2 kesibukan ini itu anu inu…

Setelah 2 tahun pernikahan… semua masih under control.

Setelah memasuki tahun ke 3 pernikahan… masih bisa dibilang ok, kecuali pada saat2 mengandung (diawal masa kehamilan tidak boleh kerja yang capek2 dan diakhir masa kehamilan tidak sanggup kerja yang capek2).

Saat itu saya pikir nanti kalau sudah melahirkan, saya akan mampu lagi mengurusi semua keperluan suami seperti sebelum hamil. Semua…

Ternyata… untuk kembali pulih physically dan mentally setelah melahirkan itu butuh waktu yang tidak sebentar.

Ternyata… begitu pulih dari melahirkan kita sudah dihadapkan lagi dengan kesibukan mengurus anak yang tidak sedikit dan menyita perhatian.

Ternyata… anak semakin besar semakin butuh banyak perhatian.

Dan sampai saat ini, sampai anak saya sudah berumur 10 bulan, saya rasa saya belum bisa sepenuhnya mengurusi dan menyiapkan semua keperluan suami seperti dulu. Justru suami yang sekarang banyak membantu pekerjaan saya disamping menyiapkan keperluannya sendiri.

Kapan ya saya bisa sepenuhnya berkhidmat kepadanya seperti dulu lagi disamping juga sepenuhnya mengurus keperluan anak saya. Ya Allah, mudahkanlah urusan kami…

Afwan yaa zauji…

sumber : http://www.mdamay.blogspot.com/search/label/Pernikahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: