Masjid Al Amin

Kajian Ahlussunnah As Salafiyyah Masjid Al Amin Semampir Tengah IIIA Surabaya

Archive for the ‘Pensucian Jiwa’ Category

Kekayaan yang Tiada Habis, Inginkah Engkau memilikinya?

Posted by masjidalamin on March 26, 2008

Kekayaan yang Tiada Habis, Inginkah Engkau memilikinya?
(Faktor pendukung untuk memiliki sikap qona’ah)

“Ketika seorang mukmin memahami nilai dunia dan hakikat kehidupan di dunia; ketika hati seorang mukmin digenangi oleh keimanan dan makrifat tentang Allah Subhanahu wa Ta’ala, nama-nama, dan sifat-sifat-Nya; maka ketika itu; dari pemahaman dan keimanan itu, akan lahirlah karakter mental yang sungguh berharga, yaitu qona’ah. Itulah sebuah harta kekayaan yang tidak ada habisnya.” Demikian yang disampaikan oleh Syaikh Abdullah bin Abdul Hamid Al Atsari dalam bukunya “Qona’ah, Kekayaan Tiada Habisnya.”
Read the rest of this entry »

Posted in Adab Islami, Nasehat, Pensucian Jiwa | Leave a Comment »

Untukmu Yang Berjiwa Hanif

Posted by masjidalamin on January 17, 2008

Sungguh hidayah menuju Islam yang hakiki itu merupakan kenikmatan yang terbesar dalam kehidupan manusia, karena ia adalah kebahagiaan abadi di dunia dan akhirat. Orang-orang terdahulu telah mengorbankan semua yang ada pada diri mereka untuk meraihnya. Jalan itu pula kiranya yang ditempuh oleh para nabi dan rasul dalam mendakwahkan kalimat tauhid untuk mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

1. Hakikat Kehidupan
Read the rest of this entry »

Posted in Nasehat, Pensucian Jiwa | Leave a Comment »

HARAP DAN TAKUT BUAH KEIKHLASAN

Posted by masjidalamin on January 3, 2008

Oleh : Al-Ustadz Fariq Bin Gasim Anuz Rahimahullah

Seorang mu’min haruslah berharap dan cemas atas setiap amal baik yang ia kerjakan, ia berharap mendapatkan rahmat Allah dan cemas kalau-kalau amal baik yang ia kerjakan tidak diterima oleh Allah Subhana waTa’ala.

Imam Bukhari rahimahullah menamakan sebuah bab dalam kitab Al-Iman dengan Bab “khaufil mu’min min an yahbatha a’maluhu wa huwa la yasy’ur”, artinya “Bab takutnya seorang mu’min kalau-kalau amalannya terhapus sedang dia tidak menyadarinya”. Kemudian beliau membawakan ucapan Ibrahim At-Taimi rahimahullah secara mu’allaq. [Dan dalam kitab Tarikhnya beliau meriwayatkannya secara maushul sebagaimana dijelaskan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari juz 1 hal.136] :
Read the rest of this entry »

Posted in Pensucian Jiwa | Leave a Comment »

Rela Pada Ketentuan Allah

Posted by masjidalamin on December 14, 2007

Oleh: Imam Asy-Syafi’i

Biarkanlah hari-hari berbuat semaunya
Berlapang dada-lah jika takdir menimpaJangan berkeluh-kesah atas musibah di malam hari
Tiada musibah yang kekal di muka bumi
Jadilah laki-laki tegar dalam menghadapi tragedi
Berlakulah pema’af selalu menepati janji

Jika banyak aibmu di mata manusia
Sedang engkau berharap menutupinya
Bersembunyilah engkau di balik derma
Dengan derma aibmu tertutup semua

Jangan pernah terlihat lemah di depan musuhmu
Sungguh malapetaka jika musuh menertawaimu

Jangan berharap dari orang kikir kemurahan
Di neraka tiada air bagi orang yang kehausan
Rizkimu tidak berkurang karena kerja wajar perlahan
Berlelah-lelah tidak menambah rizki seseorang

Tiada kesedihan yang kekal tidak pula kebahagiaan
Tiada kesulitan yang abadi tidak pula kemudahan

Jika engkau berhati puas dan mudah menerima
Sungguh, antara engkau dan raja dunia tiada beda

Barangsiapa kematian datang menjemputnya
Langit dan bumi tak kan mampu melindunginya

Bumi Allah begitu lapang luas membentang
Namun seakan sempit kala ajal menjelang

Biarkanlah hari-hari ingkar janji setiap saat
Kematian tak mungkin dicegah dengan obat

Sumber : http://ummusalma.wordpress.com/2007/11/11/rela-pada-ketentuan-allah/

Posted in Nasehat, Pensucian Jiwa | Leave a Comment »

Orang Mukmin Tercipta Penuh Coba

Posted by masjidalamin on December 13, 2007

Oleh : Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdulhamid Al-Halaby

KATA PENGANTAR
Dalam kesempatan kali ini kami hadirkan ke hadapan pembaca, uraian yang sangat bagus sekali dari seorang tokoh ‘alim Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdulhamid Al-Halaby mengenai sifat-sifat seorang mukmin. Tulisan ini diterjemahkan dari Majalah Al-Ashalah edisi 15, 16 th III -15 Dzul Qa’dah 1415H, dan dimuat di Majalah As-Sunnah edisi 07/th III/1419-1998.

ORANG MUKMIN TERCIPTA PENUH COBA

Terdapat riwayat yang shahih bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Artinya : Sesungguhnya seorang mukmin tercipta dalam keadaan Mufattan (penuh cobaan), Tawwab (senang bertaubat), dan Nassaa’ (suka lupa), (tetapi) apabila diingatkan ia segera ingat”.
(Silsilah Hadits Shahih No. 2276).

Hadist ini merupakan hadits yang menjelaskan sifat-sifat orang mukmin, sifat-sifat yang senantiasa lengket dan menyatu dengan diri mereka, tiada pernah lepas hingga seolah-olah pakaian yang selalu menempel pada tubuh mereka dan tidak pernah terjauhkan dari mereka.

Mufattan

Artinya : Orang yang diuji (diberi cobaan) dan banyak ditimpa fitnah. Maksudnya : (orang mukmin) adalah orang yang waktu demi waktu selalu diuji oleh Allah dengan balaa’ (bencana) dan dosa-dosa. (Faid-Qadir 5/491).
Read the rest of this entry »

Posted in Artikel Islam, Nasehat, Pensucian Jiwa | 6 Comments »

Penyakit-Penyakit Hati

Posted by masjidalamin on December 12, 2007

Al-Imam Ibnu Abil ‘Izzi
——————————————————————————–
Pengantar:
Untuk sedikit menambah pengetahuan kita tentang penyakit hati, berikut ini akan saya kutipkan risalah dari buku “Tahdzib Syarh Ath-Thahawiyah…” karya Syeikh Abdul Akhir Hammad Alghunaimi. Akan tetapi, barangkali risalah itu sendiri lebih tepat disebut karya Al-Imam Ibnu Abil ‘Izzi, karena beliaulah yang menulisnya sebagai syarh (penjelasan) dari kitab Aqidah yang disusun oleh Imam Ath-Thahawi yang dikenal dengan kitab “Aqidah Thahawiyah”. Sedang Syeikh Abdul Akhir Hammad Alghunami adalah yang melakukan tahdzib (penataan ulang). Semoga bermanfaat.
——————————————————————————–
Hati itu dapat hidup dan dapat mati, sehat dan sakit. Dalam hal ini, ia lebih penting dari pada tubuh.

Allah berfirman, artinya:

“Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya.” (Al-An’am : 122)

Artinya, ia mati karena kekufuran, lalu Kami hidupkan kembali dengan keimanan. Hati yang hidup dan sehat, apabila ditawari kebatilan dan hal-hal yang buruk, dengan tabi’at dasarnya ia pasti menghindar, membenci dan tidak akan menolehnya. Lain halnya dengan hati yang mati. Ia tak dapat membedakan yang baik dan yang buruk.

Dua Bentuk Penyakit Hati:
Read the rest of this entry »

Posted in Artikel Islam, Nasehat, Pensucian Jiwa | Leave a Comment »

Contoh Istri Yang Shalihah

Posted by masjidalamin on December 11, 2007

Oleh Syaikh Abdul Malik Al-Qasim

Ulama yang bertakwa Asy-Sya’bi rahimahullah suatu ketika duduk bersama Syuraih Al-Qadhi rahimahullah. Asy_sya’bi bertanya kepada Syuraih perihal keadaan dia di dalam rumah. Maka Syuraih bercerita: “Selama dua puluh tahun tidak ada anggota keluargaku yang membuatku marah.” Asy-Sya’bi menyahut: “Bagaimana bisa?” Syuraih berkata: “malam pertamaku bersama isteriku, aku melihat perangai yang baik dan wajah yang sangat cantik, lalu aku berkata dalam hati: ‘Saya akan bersuci dan shalat dua rakaat sebagai sujud syukur kepada Allah’. Ketika aku salam dari shalat, ternyata aku mendapati isteriku shalat di belakangku dan salam bersamaku.
Read the rest of this entry »

Posted in Artikel Islam, Nasehat, Pensucian Jiwa, Pernikahan, Rumah Tangga, Sharing Cerita | Leave a Comment »

BAGAIMANA MENGATASI KEDENGKIAN DAN BAGAIMANA BERLINDUNG DARINYA SECARA SYAR’I

Posted by masjidalamin on December 7, 2007

Oleh : Syaikh Dr Shalih bin Fauzan Al-Fauzan

Pertanyaan
Syaikh Dr Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya : “Bagaimana mengatasi kedengkian dan bagaimana cara berlindung darinya secara syar’i?”

Jawaban
Dengki adalah penyakit yang berbahaya dan aib yang besar, yaitu menginginkan hilangnya nikmat Allah dari siapa yang diberi nikmat olehNya dari makhlukNya. Ini adalah permusuhan terhadap Allah, dan ini adalah salah satu sifat kaum Yahudi dan kaum kafir. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Rabbmu” [Al-Baqarah : 105]

Dia berfirman.

“Artinya : Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran” [Al-Baqarah : 109]

Dia berfirman tentang Yahudi yang dengki kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Read the rest of this entry »

Posted in Fatwa, Nasehat, Pensucian Jiwa, Tanya Jawab | Leave a Comment »

Wali Alloh dan Wali Syetan

Posted by masjidalamin on November 21, 2007

Anggapan yang telah menyebar di kaum muslimin pada umumnya, terutama yang ada di Indonesia bahwasanya yang disebut wali Allah adalah orang-orang yang memiliki kekhususan yang tidak dimiliki oleh orang-orang biasa. Yaitu mampu melakukan hal-hal yang ajaib yang disebut dengan karomah para wali. Sehingga jika ada seseorang yang memiliki ilmu yang tinggi tentang syari’at Islam namun tidak memiliki kekhususan ini maka kewaliannya diragukan. Sebaliknya jika ada seseorang yang sama sekali tidak berilmu bahkan melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT dan meninggalkan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan oleh Allah SWT, namun dia mampu menunjukan keajaiban-keajaiban (yang dianggap karomah) maka orang tersebut bisa dianggap sebagai wali Allah SWT. Read the rest of this entry »

Posted in Aqidah & Manhaj, Artikel Islam, Dienul Islam, Pensucian Jiwa | Leave a Comment »

Pemuda Yang Bertaubat dengan Taubat Sejati

Posted by masjidalamin on November 13, 2007

Imam Malik bin Dinar mengajari kita dalam bagian ini tentang seorang pemuda kecil di waktu haji, dengan bertutur, ‘Ketika kami mengerjakan ibadah haji, kami mengucapkan talbiyah dan berdo’a kepada Allah Subhanallohu wa Ta’ala, tiba-tiba aku melihat seorang pemuda yang masih sangat muda usianya memakai pakaian ihram menyendiri di tempat penyendiriannya tidak mengucap talbiyah dan tidak berdzikir mengingat Allah Subhanallohu wa Ta’ala seperti orang-orang lainnya. Aku mendatanginya dan bertanya mengapa dia tidak mengucap talbiyah?

Kemudian dia menjawab,’Apakah talbiyah mencukupi bagiku, sedangkan aku sudah berbuat dosa dengan terang-terangan. Demi Allah! Aku khawatir bila aku mengatakan “labbaik” maka malaikat menjawab padaku,’tiada labbaik dan tiada kebahagian bagimu’. Lalu aku pulang dengan membawa dosa besar’.
Read the rest of this entry »

Posted in Nasehat, Pensucian Jiwa, Sharing Cerita | Leave a Comment »