Alhamdulillah, sekarang kita masuk ke bagian Tauhid yang terakhir, yaitu Tauhid Asma wa Shifat.
TAUHID AL-ASMA’ WASH-SHIFAT
Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Read the rest of this entry »
Posted by masjidalamin on March 4, 2008
Alhamdulillah, sekarang kita masuk ke bagian Tauhid yang terakhir, yaitu Tauhid Asma wa Shifat.
TAUHID AL-ASMA’ WASH-SHIFAT
Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Read the rest of this entry »
Posted in Aqidah & Manhaj, Dienul Islam | Leave a Comment »
Posted by masjidalamin on March 3, 2008
Kita sudah mengetahui tentang hakekat tauhid, sekarang kita mengenal pembagian Tauhid
Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Tauhid itu ada 3, yaitu :
Sekarang dalam artikel ini kita akan membahas tentang Tauhid Rububiyah.
Definisi tentang Tauhid ini telah di jelaskan oleh Al UStadz Yazid bin Abdul Qadir Jawwas di kitab beliau Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
berikut saya nukilkan dari situs almanhaj.
Read the rest of this entry »
Posted in Aqidah & Manhaj, Dienul Islam | Leave a Comment »
Posted by masjidalamin on March 3, 2008
Bismillah, Alhamdulillah diberikan waktu oleh ALLAH waktu untuk dapat mengupdate situs ini.
Sebagai seorang Muslim yang beriman kepada ALLAH, kita wajib mentauhidkan ALLAH. Apa itu TAUHID?
Mungkin banyak umat muslimin yang masih belum mengenal apa itu tauhid. Mungkin juga sudah pernah mendengar tapi belum mengetahui makna yang benar, atau mengetahui apa itu tauhid tetapi mempunyai pemahaman yang salah.
Nah apa itu tauhid ..?? Bagimana memahami yang benar tentang Tauhid ? Ini yang akan kita bahas.
Read the rest of this entry »
Posted in Aqidah & Manhaj, Dienul Islam | Leave a Comment »
Posted by masjidalamin on February 1, 2008
Adab Berpakaian Wanita Muslimah
Penulis: Ustadz Aris Munandar
Haruskah Hitam?
Terkait dengan warna pakaian terutama pakaian perempuan, terdapat beragam sikap orang yang dapat kita jumpai. Ada yang beranggapan bahwa warna pakaian seorang perempuan muslimah itu harus hitam atau minimal warna yang cenderung gelap. Di sisi lain ada yang memiliki pandangan bahwa perempuan bebas memilih warna dan motif apa saja yang dia sukai. Sesungguhnya Allah itu maha indah dan mencintai keindahan, kata mereka beralasan. Manakah yang benar dari pendapat-pendapat ini jika ditimbang dengan aturan al-Qur’an dan sunnah shahihah yang merupakan suluh kita untuk menentukan pilihan dari berbagai pendapat yang kita jumpai? Read the rest of this entry »
Posted in Artikel Islam, Dienul Islam, Muslimah, Nasehat | Leave a Comment »
Posted by masjidalamin on January 15, 2008
Alhamdulillah, semoga shalawat dan salam selalu tertuju pada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta para sahabatnya, dan orang² setelahnya yang selalu mengikuti mereka dengan baik dan tidak memperturutkan hawa nafsunya.
Ya ikhwan wa akhwati rahimahulloh, sesungguhnya dalam melaksanakan sebuah ibadah ada syarat² yang harus dipenuhi, dan dijadikan sebagai rambu² agar kita tidak beribadah sesuai dengan hawa nafsu kita dimana hal ini merupakan bid’ah dan kesesata dan terdapat ancaman yang keras dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
Dari Ummul mukminin, Ummu ‘Abdillah, ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang mengada-adakan sesuatu dalam urusan agama kami ini yang bukan dari kami, maka dia tertolak”.
(Bukhari dan Muslim. Dalam riwayat Muslim : “Barangsiapa melakukan suatu amal yang tidak sesuai urusan kami, maka dia tertolak”)
[Bukhari no. 2697, Muslim no. 1718]
Oleh karena itu ya ikhwan wa akhwati fillah marilah kita lihat penjelasan dari seorang ulama kibar yang sudah tidak kita ragukan keilmuannya dalam Al Qur’an wa Sunnah ittiba salafush shalih.
Syarat Yang Harus Dipenuhi Dalam Ibadah
Oleh : Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-’Utsaimin
Read the rest of this entry »
Posted in Artikel Islam, Dienul Islam, Fiqih Ibadah | Leave a Comment »
Posted by masjidalamin on January 14, 2008
Oleh : Ustadz Abu Nu’aim Al-Atsari (sedikit perubahan oleh penulis)
Muharram (Suro) dalam kacamata masyarakat, khususnya Jawa, merupakan bulan keramat. Sehingga mereka tidak punya keberanian untuk menyelenggarkan suatu acara terutama hajatan dan pernikahan. Bila tidak di indahkan akan menimbulkan petaka dan kesengsaraan bagi mempelai berdua dalam mengarungi bahtera kehidupan. Hal ini diakui oleh seorang tokoh keraton Solo. Bahkan katanya : “Pernah ada yang menyelenggarakan pernikahan di bulan Suro (Muharram), dan ternyata tertimpa musibah!”. Maka kita lihat, bulan ini sepi dari berbagai acara. Selain itu, untuk memperoleh kesalamatan diadakan berbagai kegiatan. Sebagian masyarakat mengadakan tirakatan pada malam satu Suro (Muharram), entah di tiap desa, atau tempat lain seperti puncak gunung. Sebagiannya lagi mengadakan sadranan, berupa pembuatan nasi tumpeng yang dihiasi aneka lauk dan kembang lalu di larung (dihanyutkan) di laut selatan disertai kepala kerbau. Mungkin supaya sang ratu pantai selatan berkenan memberikan berkahnya dan tidak mengganggu. Peristiwa seperti ini dapat disaksikan di pesisir pantai selatan seperti Tulungagung, Cilacap dan lainnya.
Acara lain yang menyertai Muharram (Suro) dan sudah menjadi tradisi adalah kirab kerbau bule yang terkenal dengan nama kyai slamet di keraton Kasunanan Solo. Peristiwa ini sangat dinantikan oleh warga Solo dan sekitarnya, bahkan yang jauhpun rela berpayah-payah. Apa tujuannya ? Tiada lain, untuk ngalap berkah dari sang kerbau, supaya rizki lancar, dagangan laris dan sebagainya. Naudzubillahi min dzalik. Padahal kerbau merupakan symbol kebodohan, sehingga muncul peribahasa Jawa untuk menggambarkannya : “bodo ela-elo koyo kebo”. Acara lainnya adalah jamasan pusaka dan kirab (diarak) keliling keraton.
Read the rest of this entry »
Posted in Aqidah & Manhaj, Artikel Islam, Dienul Islam | Leave a Comment »
Posted by masjidalamin on January 14, 2008
Oleh : Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan
Sesungguhnya di antara konsekwensi terpenting dari sikap membenci orang-orang kafir ialah menjauhi syi’ar dan ibadah mereka. Sedangkan syi’ar mereka yang paling besar adalah hari raya mereka, baik yang berkaitan dengan tempat maupun waktu. Maka orang Islam berkewajiban menjauhi dan meninggalkannya.
Ada seorang lelaki yang datang kepada baginada Rasul Shallallahu’alaihi wa sallam untuk meminta fatwa karena ia telah bernadzar memotong hewan di Buwanah (nama sebuah tempat), maka Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam menanyakan kepadanya.
“Artinya : Apakah disana ada berhala, dari berhala-berhala orang Jahiliyah yang disembah ?” Dia menjawab, “Tidak”. Beliau bertanya, “Apakah di sana tempat dilaksanakannya hari raya dari hari raya mereka ?” Dia menjawab, “Tidak”. Maka Nabi bersabda, “Tepatillah nadzarmu, karena sesungguhnya tidak boleh melaksanakan nadzar dalam maksiat terhadap Allah dalam hal yang tidak dimiliki oleh anak Adam” [1]
Read the rest of this entry »
Posted in Aqidah & Manhaj, Artikel Islam, Dienul Islam | Leave a Comment »
Posted by masjidalamin on December 19, 2007
Hukum-hukum Seputar Qurban
Penulis: Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Afifuddin
Sumber : http://asysyariah.com/print.php?id_online=577
Berikut ini akan disebutkan beberapa hukum secara umum yang terkait dengan hewan qurban, untuk melengkapi pembahasan sebelumnya:
1) Menurut pendapat yang rajih, hewan qurban dinyatakan resmi (ta’yin) sebagai أُضْحِيَّةٌ dengan dua hal:
a. dengan ucapan: هَذِهِ أُضْحِيَّةٌ (Hewan ini adalah hewan qurban)
b. dengan tindakan, dan ini dengan dua cara:
Read the rest of this entry »
Posted in Artikel Islam, Dienul Islam, Fiqih Ibadah | Leave a Comment »
Posted by masjidalamin on December 19, 2007
Hukum-hukum dan Adab-adab Yang Terkait dengan Orang yang Berqurban
Penulis: Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Afifuddin
Sumber : http://asysyariah.com/print.php?id_online=577
1. Syariat berqurban adalah umum, mencakup lelaki, wanita, yang telah berkeluarga, lajang dari kalangan kaum muslimin, karena dalil-dalil yang ada adalah umum.
2. Diperbolehkan berqurban dari harta anak yatim bila secara kebiasaan mereka menghendakinya. Artinya, bila tidak disembelihkan qurban, mereka akan bersedih tidak bisa makan daging qurban sebagaimana anak-anak sebayanya. (Asy-Syarhul Mumti’, 3/427)
3. Diperbolehkan bagi seseorang berhutang untuk berqurban bila dia mampu untuk membayarnya. Sebab berqurban adalah sunnah dan upaya menghidupkan syi’ar Islam. (Syarh Bulugh, 6/84, bagian catatan kaki)
Al-Lajnah Ad-Da`imah juga mempunyai fatwa tentang diperbolehkannya menyembelih qurban walaupun belum dibayar harganya. (Fatawa Al-Lajnah, 11/411 no. fatwa 11698)
Read the rest of this entry »
Posted in Artikel Islam, Dienul Islam, Fiqih Ibadah | Leave a Comment »
Posted by masjidalamin on December 19, 2007
Tatacara Menyembelih Hewan Qurban – Bag 2
Penulis: Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Afifuddin
Sumber : http://asysyariah.com/print.php?id_online=577
II. Merebahkan hewan tersebut dan meletakkan kaki pada rusuk lehernya, agar hewan tersebut tidak meronta hebat dan juga lebih menenangkannya, serta mempermudah penyembelihan.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, tentang tata cara penyembelihan yang dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
وَيَضَعُ رِجْلَهُ عَلىَ صِفَاحِهِمَا
“Dan beliau meletakkan kakinya pada rusuk kedua kambing tersebut.” (HR. Al-Bukhari no. 5565 dan Muslim no. 1966)
Juga hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha:
فَأَضْجَعَهُ ثُمَّ ذَبَحَهُ
“Lalu beliau rebahkan kambing tersebut kemudian menyembelihnya.”
III. Disunnahkan bertakbir ketika hendak menyembelih qurban, sebagaimana disebutkan dalam hadits Anas radhiyallahu ‘anhu di atas, dan diucapkan setelah basmalah.
Read the rest of this entry »
Posted in Artikel Islam, Dienul Islam, Fiqih Ibadah | Leave a Comment »