Masjid Al Amin

Kajian Ahlussunnah As Salafiyyah Masjid Al Amin Semampir Tengah IIIA Surabaya

Archive for the ‘Aqidah & Manhaj’ Category

Mengenal Tauhid – Bag 4 (Akhir) – Tauhid Asma wa Shifat

Posted by masjidalamin on March 4, 2008

Alhamdulillah, sekarang kita masuk ke bagian Tauhid yang terakhir, yaitu Tauhid Asma wa Shifat.

TAUHID AL-ASMA’ WASH-SHIFAT

Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Read the rest of this entry »

Posted in Aqidah & Manhaj, Dienul Islam | Leave a Comment »

Mengenal Tauhid – Bag 2 – Tauhid Rububiyah

Posted by masjidalamin on March 3, 2008

Kita sudah mengetahui tentang hakekat tauhid, sekarang kita mengenal pembagian Tauhid

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Tauhid itu ada 3, yaitu :

  1. Tauhid Rububiyah,
  2. Tauhid Uluhiyyah,
  3. Tauhid Asma wa Shifat.

Sekarang dalam artikel ini kita akan membahas tentang Tauhid Rububiyah.

Definisi tentang Tauhid ini telah di jelaskan oleh Al UStadz Yazid bin Abdul Qadir Jawwas di kitab beliau Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

berikut saya nukilkan dari situs almanhaj.
Read the rest of this entry »

Posted in Aqidah & Manhaj, Dienul Islam | Leave a Comment »

Mengenal Tauhid – Bag. 1 – Pengantar

Posted by masjidalamin on March 3, 2008

Bismillah, Alhamdulillah diberikan waktu oleh ALLAH waktu untuk dapat mengupdate situs ini.

Sebagai seorang Muslim yang beriman kepada ALLAH, kita wajib mentauhidkan ALLAH. Apa itu TAUHID?

Mungkin banyak umat muslimin yang masih belum mengenal apa itu tauhid. Mungkin juga sudah pernah mendengar tapi belum mengetahui makna yang benar, atau mengetahui apa itu tauhid tetapi mempunyai pemahaman yang salah.

Nah apa itu tauhid ..?? Bagimana memahami yang benar tentang Tauhid ? Ini yang akan kita bahas.
Read the rest of this entry »

Posted in Aqidah & Manhaj, Dienul Islam | Leave a Comment »

Ada Apa di Balik Valentine’s Day ?

Posted by masjidalamin on February 13, 2008

Alhamdulillah menemukan artikel dari situs muslimah yang bagus dengan hari valentine yang sebentar lagi akan datang, semoga artikel ini bisa menjadi ilmu yang bermanfaat dan bisa disebarkan oleh sesama muslim, amin.

Ada Apa di Balik Valentine’s Day ?

Disusun ulang oleh: Ummu Hafidz
Muroja’ah oleh: Ust Abu Muslih Ari Wahyudi
Read the rest of this entry »

Posted in Aqidah & Manhaj, Artikel Islam, Fatwa, Hukum² Islam, Nasehat | Leave a Comment »

Sejarah Valentine Day : Hari Raya Mengenang Pendeta

Posted by masjidalamin on February 11, 2008

Memasuki bulan Februari, kita menyaksikan banyak media massa, mall-mall, pusat pusat hiburan bersibuk ria berlomba menarik perhatian para remaja dengan menggelar acara-acara pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut malam. Semua pesta tersebut bermuara pada satu hal yaitu Valentine’s Day atau biasanya disebut hari kasih sayang. Pada tanggal 14 Februari itu mereka saling mengucapkan “Selamat hari Valentine”, berkirim kartu, cokelat dan bunga, saling bertukar pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau cinta.

Sebagai seorang muslim hendaknya kita mengetahui terlebih dahulu apakah yang dimaksud dengan hari valentine, adakah ajarannya dalam Islam? dan ingatlah firman ALLAH Subhanahuwata’ala :

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertangggungjawabannya” (Al Isra’ : 36).

Sejarah, Asal-Usul dan Latar Belakang
Read the rest of this entry »

Posted in Aqidah & Manhaj, Artikel Islam, Hukum² Islam, Nasehat | Leave a Comment »

Hari Kasih Sayang – Valentine’s Day dalam Tinjauan Syariat Islam

Posted by masjidalamin on February 11, 2008

Valentine’s Day sebenarnya, bersumber dari paganisme orang musyrik, penyembahan berhala dan penghormatan pada pastor kuffar. Bahkan tak ada kaitannya dengan “kasih sayang”, lalu kenapa kita masih juga menyambut Hari Valentine? Adakah ia merupakan hari yang istimewa? Adat? Atau hanya ikut-ikutan semata tanpa tahu asal muasalnya?

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertangggungjawabannya” (Al Isra’ : 36).

Sebelum kita terjerumus pada budaya yang dapat menyebabkan kita tergelincir kepada kemaksiatan maupun penyesalan, kita tahu bahwa acara itu jelas berasal dari kaum kafir yang akidahnya berbeda dengan ummat Islam, sedangkan Rasulullah bersabda: Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri Radiyallahu ‘anhu : Rasulullah bersabda: “Kamu akan mengikuti sunnah orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sampai mereka masuk ke dalam lubang biawak kamu tetap mengikuti mereka. Kami bertanya: Wahai Rasulullah, apakah yang kamu maksudkan itu adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani? Rasulullah bersabda: Kalau bukan mereka, siapa lagi?” ( HR. Bukhori dan Muslim ).

Masalah hari Valentine sudah pernah ditanyakan kepada Lembaga tetap pengkajian ilmiah dan riset fatwa Kerajaan Saudi Arabia, demikian pertanyaannya.
Read the rest of this entry »

Posted in Aqidah & Manhaj, Artikel Islam, Fatwa, Hukum² Islam | 3 Comments »

Koreksi Terhadap Kepercayaan Masyarakat Seputar Muharam (SURO)

Posted by masjidalamin on January 14, 2008

Oleh : Ustadz Abu Nu’aim Al-Atsari (sedikit perubahan oleh penulis)

Muharram (Suro) dalam kacamata masyarakat, khususnya Jawa, merupakan bulan keramat. Sehingga mereka tidak punya keberanian untuk menyelenggarkan suatu acara terutama hajatan dan pernikahan. Bila tidak di indahkan akan menimbulkan petaka dan kesengsaraan bagi mempelai berdua dalam mengarungi bahtera kehidupan. Hal ini diakui oleh seorang tokoh keraton Solo. Bahkan katanya : “Pernah ada yang menyelenggarakan pernikahan di bulan Suro (Muharram), dan ternyata tertimpa musibah!”. Maka kita lihat, bulan ini sepi dari berbagai acara. Selain itu, untuk memperoleh kesalamatan diadakan berbagai kegiatan. Sebagian masyarakat mengadakan tirakatan pada malam satu Suro (Muharram), entah di tiap desa, atau tempat lain seperti puncak gunung. Sebagiannya lagi mengadakan sadranan, berupa pembuatan nasi tumpeng yang dihiasi aneka lauk dan kembang lalu di larung (dihanyutkan) di laut selatan disertai kepala kerbau. Mungkin supaya sang ratu pantai selatan berkenan memberikan berkahnya dan tidak mengganggu. Peristiwa seperti ini dapat disaksikan di pesisir pantai selatan seperti Tulungagung, Cilacap dan lainnya.

Acara lain yang menyertai Muharram (Suro) dan sudah menjadi tradisi adalah kirab kerbau bule yang terkenal dengan nama kyai slamet di keraton Kasunanan Solo. Peristiwa ini sangat dinantikan oleh warga Solo dan sekitarnya, bahkan yang jauhpun rela berpayah-payah. Apa tujuannya ? Tiada lain, untuk ngalap berkah dari sang kerbau, supaya rizki lancar, dagangan laris dan sebagainya. Naudzubillahi min dzalik. Padahal kerbau merupakan symbol kebodohan, sehingga muncul peribahasa Jawa untuk menggambarkannya : “bodo ela-elo koyo kebo”. Acara lainnya adalah jamasan pusaka dan kirab (diarak) keliling keraton.
Read the rest of this entry »

Posted in Aqidah & Manhaj, Artikel Islam, Dienul Islam | Leave a Comment »

HUKUM MENYAMBUT DAN BERGEMBIRA DENGAN HARI RAYA ORANG-ORANG KAFIR

Posted by masjidalamin on January 14, 2008

Oleh : Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan

Sesungguhnya di antara konsekwensi terpenting dari sikap membenci orang-orang kafir ialah menjauhi syi’ar dan ibadah mereka. Sedangkan syi’ar mereka yang paling besar adalah hari raya mereka, baik yang berkaitan dengan tempat maupun waktu. Maka orang Islam berkewajiban menjauhi dan meninggalkannya.

Ada seorang lelaki yang datang kepada baginada Rasul Shallallahu’alaihi wa sallam untuk meminta fatwa karena ia telah bernadzar memotong hewan di Buwanah (nama sebuah tempat), maka Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam menanyakan kepadanya.

“Artinya : Apakah disana ada berhala, dari berhala-berhala orang Jahiliyah yang disembah ?” Dia menjawab, “Tidak”. Beliau bertanya, “Apakah di sana tempat dilaksanakannya hari raya dari hari raya mereka ?” Dia menjawab, “Tidak”. Maka Nabi bersabda, “Tepatillah nadzarmu, karena sesungguhnya tidak boleh melaksanakan nadzar dalam maksiat terhadap Allah dalam hal yang tidak dimiliki oleh anak Adam” [1]
Read the rest of this entry »

Posted in Aqidah & Manhaj, Artikel Islam, Dienul Islam | Leave a Comment »

NGALAP BERKAH – Bag 3 (Ngalap Berkah yang Dilarang)

Posted by masjidalamin on December 18, 2007

MENCARI BERKAH YANG DILARANG OLEH SYARI`AT.

Dalam hal ini ada dua sebab yakni karena sesuatu yang dicari berkahnya ternyata tidak memiliki berkah/tidak ada nashnya atau karena cara yang dilakukannya menyimpang. Seperti misalnya :

1 - Mencari berkah melalui pribadi-pribadi tertentu. Misalnya melalui orang-orang shalih yang telah mati atau melalui orang shalih yang masih hidup tetapi dengan cara-cara menyimpang hingga sampai pada bentuk permintaan kepada selain Allah. Hukumnya adalah syirik.
Read the rest of this entry »

Posted in Aqidah & Manhaj | Leave a Comment »

NGALAP BERKAH – bag 2 (Ngalap Berkah yg Disyariatkan)

Posted by masjidalamin on December 18, 2007

Meminta berkah kepada selain Allah jelas hukumnya syirik. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah keterangan lebih rinci.

1 - Mencari berkah yang disyari`atkan melalui pribadi-pribadi tertentu. Misalnya melalui pribadi Rasulullah ketika beliau masih hidup. Banyak hadits shahih menerangkan tentang berkahnya pribadi Rasulullah. Disamping pribadi Rasulullah, ada pula pribadi-pribadi lain yang dinyatakan sebagai sebab diperolehnya berkah. Misalnya Abu Bakar, A`isyah dan keluarganya. Dalam sebab turunnya ayat tayammum, disebutkan bahwa A`isyahlah penyebab datangnya hukum tayammum ketika kalungnya hilang dalam suatu perjalanan bersama Nabi dan para sahabat. Perjalanan mereka tertunda karena harus mencari kalung A`isyah yang hilang, padahal mereka kehabisan air. Akhirnya turunlah berkah dari Allah berupa keringanan hukum untuk bertayammum ketika tidak mendapatkan air. Saat itu Usaid bin Hudhair mengatakan : “Berkah ini bukan untuk pertama kalinya yang disebabkan oleh kalian wahai keluarga Abu Bakar.” (Lihat Shahih Bukhari dengan Fathul Bari I/431-434).
Read the rest of this entry »

Posted in Aqidah & Manhaj | Leave a Comment »