BAGAIMANA TATA CARA SHALAT IED ? (Dengan Adzan & Iqomat ?))
Posted by masjidalamin on December 19, 2007
BAGAIMANA TATA CARA SHALAT IED ?
Oleh : Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Pertanyaan :
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : “Bagaimana tata cara shalat ‘Ied ?”
Jawaban :
Cara shalat ‘ied yaitu imam berdiri mengimami manusia melakukan shalat dua rakaat. Dimulai dengan takbiratul ihram, setelah itu bertakbir 6 kali, lalu membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat Al-Qaf. Pada rakaat ke dua setelah bangkit dari sujud dengan mngucap takbir lalu dilanjutkan dengan bertakbir 5 kali. Kemudian membaca surat Al-Fatihah dan surat Al-Qamar. Itulah dua surat yang dibaca Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam dalam shalat hari raya [1]. Ia juga bisa membaca surat Al-A’la dan Al-Ghasiyah pada rakaat berikutnya.[2]
Ketahuilah bahwa ada persamaan dan perbedaan tentang surat yang dibaca pada shalat Jum’at dan shalat hari raya. Persamaannya yaitu jika membaca surat Al-A’la dan Al-Ghasiyah, sedang perbedaannya jika membaca surat Qaf dan surat Al-Qamar pada hari raya, maka pada waktu Jum’at membacanya surat Jum’ah dan surat Al-Munafiqun. Diseyogyakan bagi imam untuk menghidupkan sunnah ini dengan membaca surat-surat tersebut sehingga kaum muslimin tahu tentang sunnah ini dan mereka tidak mengingkarinya bila surat tersebut dibaca.
Setelah itu dilanjutkan dengan khutbah, dan sebaiknya dalam khutbah menyinggung masalah-masalah khusus tentang wanita dan memerintahkan kepada mereka hal-hal yang harus mereka kerjakan, dan melarang mereka dari hal-hal yang harus mereka hindari, sebagaimana yang dikerjakan Nabi Shallallahju’alaihi wa sallam.
Foote Note
[1]. Hadits Riwayat Muslim, Kitab ‘Iedain, Bab ; Apa yang dibaca dalam shalat hari raya (607)
[2]. Hadits Riwayat Muslim, Kitab Jum’ah, Bab : Apa yang dibaca saat shalat Jum’at (598)
Sumber : http://www.almanhaj.or.id/content/1643/slash/0
SHALAT ID TANPA AZAN DAN IQAMAH
Oleh: Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al-Halabi Al-Atsari
Dari Jabir bin Samurah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata :“Artinya : Aku pernah shalat dua hari raya bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih dari sekali dua kali, tanpa dikumandangkan azan dan tanpa iqamah”[1]
Ibnu Abbas dan Jabir Radhiyallahu ‘anhum berkata :
“Artinya : Tidak pernah dikumandangkan azan (untuk shalat Ied -pent) pada hari Idul Fithri dan Idul Adha” [2]
Berkata Ibnul Qayyim :
“Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila tiba di mushalla (tanah lapang), beliau memulai shalat tanpa azan dan tanpa iqamah, dan tidak pula ucapan “Ash-Shalatu Jami’ah”. Yang sunnah semua itu tidak dilakukan.[3]
Imam As-Shan’ani berkata dalam memberi komentar terhadap atsar-atsar dalam bab ini :
“Ini merupakan dalil tidak disyariatkannya azan dan iqamah dalam shalat Ied, karena (mengumandangkan) azan dan iqamah dalam shalat Ied adalah bid’ah” [Zaadul Ma'ad 1/442]
[Disalin dari buku Ahkaamu Al'Iidaini Fii Al Sunnah Al Muthahharah, edisi Indonesia Hari Raya Bersama Rasulullah, hal. 23-24, terbitan Pustaka Al-Haura', penerjemah Ummu Ishaq Zulfa Husein]
_________
Foote Note.
[1]. Riwayat Muslim 887, Abu Daud 1148 dan Tirmidzi 532
[2]. Riwayat Muslim 887, Abu Daud 1148 dan Tirmidzi 532
[3]. Zaadul Ma’ad 1/442
Sumber : http://www.almanhaj.or.id/content/1173/slash/0