Masjid Al Amin

Kajian Ahlussunnah As Salafiyyah Masjid Al Amin Semampir Tengah IIIA Surabaya

NGALAP BERKAH – bag 1 (Pengertian Berkah)

Posted by masjidalamin on December 18, 2007

Ngalap (mencari) berkah merupakan kecenderungan manusiawi semenjak nenek moyang bangsa manusia generasi pertama. Bahkan berkah adalah kebutuhan setiap insan. Demam ngalap berkah menjadi trend turun temurun disemua lapisan penduduk bumi hingga kini, di zaman modern yang super canggih dan hubungan lintas dunia semakin global. Adakah ajaran Islam sejalan dengan arus tradisi ini dan memperkenankan orang ngalap berkah?.

PENGERTIAN BERKAH

Berkah berasal dari bahasa Arab `barakah`. Artinya, memiliki banyak kebaikan dan bersifat tetap -terus menerus-. Diambil dari kata `birkah` yang berarti tempat berhimpunnya air. Dan itu berbeda dengan tempat mengalirnya air karena dua hal yaitu karena jumlahnya yang banyak dan sifatnya yang tetap.

Sementara ada juga yang mengatakan, barakah/berkah ialah adanya kebaikan ilahi secara tetap pada sesuatu. Demikian yang dikatakan oleh ar-Raghib al-Ashfahani. Dengan demikian, apabila sesuatu dikatakan berkah, artinya sesuatu itu memiliki banyak kebaikan yang bersifat tetap, karena dijadikan demikian oleh Allah.

Dan ngalap/mencari berkah, berarti mencari kebaikan atau manfaat melalui sesuatu yang diduga banyak memiliki berkah. Sesuatu itu bisa berbentuk pribadi manusia, benda, tempat atau waktu. Persoalannya, bisakah kegiatan tersebut dibenarkan oleh Islam?.

HUKUM MENCARI BERKAH

Seperti dikatakan di muka, mencari berkah bisa melalui pribadi manusia, benda, waktu atau tempat tertentu. Dalam hal ini ada yang disyari`atkan, ada pula yang dilarang.

Mengapa dikatakan disyari`atkan?. Sebab, pribadi, benda, tempat atau waktu yang dicari berkahnya, benar-benar memiliki berkah berdasarkan ketetapan syari`at, dan dalilnya jelas. Hal itu menuntut cara pencarian berkah yang juga harus sesuai dengan tuntutan syari`at.

Di sisi lain, mengapa ada bentuk mencari berkah yang dilarang?. Sebab, pribadi, benda, tempat atau waktu yang dicari berkahnya ternyata merupakan pribadi, benda, tempat dan waktu yang tidak dinyatakan memiliki berkah oleh syari`at. Berkah-berkah yang dianggap ada pada benda-benda ini hanya ilusi kosong hasil rekayasa para kaki tangan Dajjal. Cara mencari berkah yang dilakukannyapun adalah cara-cara bathil dan menyimpang.

MENCARI BERKAH YANG DISYARI`ATKAN.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan, mencari berkah tidak terlepas dari dua hal :

1 - Mencari berkah berdasarkan ketentuan syar`i yang jelas. Misalnya (mencari berkah) pada al-Qur`an al-Karim. Allah berfirman : “Ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah” (QS. Shad : 29). Di antara berkahnya al-Qur`an, siapa yang berpegang dengan al-Qur`an, ia akan memperoleh kemenangan. Dengan al-Qur`an-lah, Allah telah menyelamatkan banyak umat manusia dari kemusyrikan. Di antara berkahnya lagi ialah, tiap satu huruf al-Qur`an memiliki kelipatan sepuluh kali kebaikan jika dibaca. Ini jelas meringankan waktu dan usaha manusia. Dan masih banyak berkah-berkah al-Qur`an lainnya.

2 - Mencari berkah berdasarkan perkara nyata dan jelas serta bisa diraba dengan indra. Misalnya mencari ilmu pada Ulama atau minta didoakan atau yang lainnya. Ulama bisa dicari berkahnya melalui penggalian terhadap ilmu agama yang dimilikinya, atau melalui nasihat serta dakwah yang dilakukannya. Jadi ulama itu berkah, sebab orang dapat meraih kebaikan yang banyak dengan kehadiran mereka. Tetapi mencari berkah melalui al-Qur`an atau ulama, tidak boleh menggunakan cara-cara yang tidak berdasarkan tuntunan syari`at. Misalnya dengan menciumi, mengusap-usap, atau memeluk al-Qur`an supaya mendapat berkah. Ini salah. Atau dengan meminum atau menyimpan sisa air wudhu` ulama, atau dengan menciumi lututnya. Inipun jelas bathil. Apalagi mencium lutut ulama, bisa menyebabkan syirik, karena harus bersujud atau ruku` kepada selain Allah. Yang jelas, berkah semuanya hanyalah milik Allah dan berasal dari Allah. Seperti halnya rizki, pertolongan, dan keselamatan, juga hanyalah milik Allah dan berasal dari Allah. Oleh karena itu berkah tidak boleh diminta kecuali dari Allah saja. Dia-lah Pemberi berkah.

Imam Bukhari telah meriwayatkan dari Ibnu Mas`ud, ia berkata : “Kami pernah bersama Rasulullah dalam suatu perjalanan, ternyata persediaan air semakin sedikit. Maka beliau bersabda : `Carilah sisa air`. Lalu kamipun datang membawa bejana yang berisi sedikit air. Kemudian beliau memasukkan tangannya ke dalam bejana, lalu mengatakan : ‘Marilah menggunakan air suci yang diberkahi. Dan sesungguhnya berkah (hanya) berasal dari Allah’. Sungguh aku melihat air memancar dari celah-celah jari jemari Rasulullah.” (HSR. Al-Bukhari, Fathul Bari VI/433)-5).

bersambung … (Insya ALLAH)

sumber : http://ummusalma.wordpress.com/2007/08/20/ngalap-berkah/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: